
KENDAL – Politeknik Negeri Semarang (Polines) memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna kepada Kelompok Tani Guyub Meteseh, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025, tim dosen Teknik Mesin menyerahkan mesin pemipil jagung otomatis yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi hasil panen petani.
Problematika Pemipilan Manual di Meteseh
Selama bertahun-tahun, petani di Desa Meteseh mengandalkan mesin semi manual untuk memipil jagung. Proses ini masih membutuhkan tenaga manusia untuk memegang dan mengarahkan bonggol jagung satu per satu. Alhasil, produktivitas rendah, risiko keselamatan tinggi, dan hasil pipilan sering kali tidak utuh. Kondisi ini membuat harga jual jagung jatuh hingga Rp4.500/kg, jauh di bawah jagung pipil utuh yang mencapai Rp8.000/kg.
Ketua Kelompok Tani, Suwarno, menuturkan bahwa metode lama memakan banyak waktu dan tenaga. “Sering kali jagung pecah dan tercecer. Harga jual akhirnya turun,” ujarnya.
Mesin Pemipil Berkapasitas 500 Kg/Jam
Menjawab persoalan tersebut, tim Polines menghadirkan mesin pemipil jagung bertenaga motor bensin 6,5 HP dengan kapasitas hingga 500 kg per jam—sepuluh kali lipat lebih cepat dibanding metode semi manual. Mesin ini dilengkapi Sistem transmisi belt & pulley, Pisau pemipil bergerigi dengan pelindung karet, Saluran input dan output yang rapi, serta Sistem vakum untuk membersihkan rambut jagung. Teknologi ini memastikan hasil pipilan lebih utuh, bersih, dan tidak berserakan.
“Harapan kami, alat ini langsung meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai tambah pada produk jagung,” ungkap Eni Safriana, Ketua Tim Pengabdian Polines.
Tak hanya penyerahan alat, tim Polines juga menggelar rangkaian kegiatan lain, antara lain Sosialisasi teknologi pemipilan modern, Pelatihan pengoperasian mesin, Pendampingan perawatan berkala, Monitoring pemanfaatan alat di lapangan. Beberapa anggota kelompok tani dilatih menjadi operator utama agar penggunaan mesin berkelanjutan.
Dengan teknologi tepat guna ini, petani kini dapat menghasilkan jagung pipil berkualitas tinggi dengan waktu lebih singkat. Kenaikan kualitas langsung berdampak pada peningkatan harga jual dan produktivitas. Inovasi dari Polines ini menjadi bukti konkret bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung dalam pengembangan ekonomi desa. Dengan teknologi sederhana namun efektif, petani di Meteseh kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

