Jakarta – Tim dari Politeknik Negeri Semarang yang diwakili oleh Bapak Afandi Nur Aziz Thohari, S.T., M.Cs selaku Ketua Sentra KI dan Bapak Ahmad Hamim Su’udy, S.Pd., M.T selaku Kepala UPA Pengembangan Teknologi dan Produk Unggulan mendapat kesempatan untuk mengikuti Intellectual Property (IP) Expose Indonesia di Convention Hall, Gedung SMESCO, Jakarta. Acara yang berlangsung dari tanggal 13 – 16 Agustus 2025 ini diikuti oleh berbagai instansi mulai dari Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintahan, hingga UMKM. Kegiatan yang di inisiasi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum ini digunakan sebagai ajang untuk mempertemukan perguruan tinggi dengan industri yang ikut terlibat dalam acara IPxpose. Harapannya terjadi hilirisasi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pada kegiatan IPxpose tahun 2025 ini, delegasi Polines menampilkan inovasi berupa alat untuk mendeteksi Glukosa Darah dengan cara Non-Invasif. Alat bernama “Gluver” ini bekerja dengan cara menempelkan jari pada sensor MAX30102, kemudian hasilnya prediksi menggunakan algoritma machine learning. Hasil presdiksi dapat dilihat pada aplikasi android dan layar OLED yang terdapat pada alat. Selanjutnya tim juga membawa alat untuk membantu tuna netra agar dapat mengetahui objek yang terdapat di depannya. Alat bernama “Retina” ini dapat bekerja dengan cara memberikan perintah suara, kemudian kamera akan meng-capture objek di depannya dan memberikan deskripsi mengenai objek yang ter-capture melalui speaker / headset.

Salah satu pengunjung booth Polines adalah direktur paten Ibu Dra. Sri Lastami, S.T., M.IPL. Beliau sangat kagum dengan hasil karya yang di ciptakan oleh tim dari Polines, dan berharap agar kedua alat ini dapat segera di produksi untuk digunakan oleh masyarakat. Selain ibu direktur paten, inovasi deteksi glukosa dalam darah (Gluver) juga dicoba oleh bapak Rifan Fikri, S.T., M.H selaku Kasubdit Pelayanan dan Permohonan Paten DJKI. Beliau berharap agar invensi ini segera di paten kan dan dikomersialkan. Kunjungan juga datang dari Prof. Dr. Rifky Ismail, S.T., M.T selaku Ketua Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Teknologi Kesehatan CBIOM3S Universitas Diponegoro yang berpesan agar Polines terus berinovasi untuk membantu permasalahan di masyarakat.

Selain berisi booth dari peserta pameran, terdapat pula sesi seminar mengenai hak kekayaan intelektual dan komersialisasi paten. Pembicara seminar berasal dari World Intellectual Property Organization (WIPO), Direktorat Jendral Kekayaan Intektual, BRIN, Wakil Mentri Kemdiktisantek, JICA Expert, dll. Jadi selain dapat memamerkan hasil inovasi, peserta juga mendapatkan materi terkait hilirisasi paten, pengajuan desain indutri, dan materi terkain merek dagang. Selain materi juga terdapat hiburan berupa tarian, kuis, dan di acara penutup ada penampilan dari Band RAN.

Kegiatan IPxpose ini rencananya akan terus ada setiap tahun dan menggandeng lebih banyak perguruan tinggi, instansi pemerintahan, industri, dan UMKM. Di tahun 2026 nanti tentunya Polines akan menampilkan lebih banyak inovasi yang dapat dicoba oleh pengunjung dan dapat menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

