Tim Pengabdian Polines Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Fisika Berbasis Augmented Reality Sebagai Model Pembelajaran Inovatif di SMPN 32 Semarang

Tim Pengabdian Polines Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Fisika Berbasis Augmented Reality Sebagai Model Pembelajaran Inovatif di SMPN 32 Semarang

Pada hari Rabu tanggal 26 september 2022 tim pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Semarang yang beranggotakan bapak Afandi Nur Aziz Thohari, S.T., M.Cs selaku ketua, Bapak Kuwat Santoso, S.T., M.Kom selaku anggota, dan Ibu Aisya Karima, S.Kom., M.CS selaku anggota, berkesempatan untuk mengunjungi SMP Negeri 32 Semarang untuk mendemokan pemanfaatan teknologi tepat guna yang mereka ciptakan. Teknologi yang di demokan adalah aplikasi pembelajaran fisika optik menggunakan teknologi augmented reality. Aplikasi augmented reality yang diciptakan merupakan produk hasil penelitian dari Laboratorium Virtual Augmented Reality, dan Virtual Reality (LARVA) Prodi Teknik Informatika Politeknik Negeri Semarang. Pengabdian masyarakat ini didanai oleh dana DIPA Politeknik Negeri Semarang Tahun 2022. Pada saat kegiatan pengabdian masyarakat tim dibantu oleh tiga orang mahasiswa teknik informatika, yaitu hanna firdausiah fasya, adisti khairunnisa nuzli, dan dwi ria wulandari.

Percobaan Aplikasi oleh Siswa

Teknik pengambilan data pada saat pengabdian adalah dengan menggunakan pre-test dan post-test. Sebelumnya siswa kelas VIII diminta untuk mengerjakan kuis yang terdapat pada aplikasi, kemudian skor saat pre-test di rekap. Setelah itu tim pengabdian menerangkan cara kerja aplikasi dan membagikan buku pembelajaran fisika yang didalamnya sudah terdapat marker. Kemudian siswa diminta mencoba aplikasi AR yang dibangun sesuai arah dari tim. Setelah mencoba semua fitur dari aplikasi siswa kembali mengerjakan kuis. Hasilnya setelah menggunakan aplikasi, skor siswa meningkat cukup banyak yaitu sekitar 30% sampai 40%. Dari 17 siswa yang mengerjakan post-test, semuanya mengalami peningkatan nilai. Hal ini menunjukan bahwa adanya aplikasi augmented reality untuk pembelajaran fisika optik ini berhasil untuk meningkatkan kepahaman siswa. Ibu catur selaku pengampu mata pelajaran fisika menuturkan agar teknologi tepat guna yang dihasilkan di kampus dapat dihilirisasikan sebagai media pembelajaran baru yang inovatif bagi siswa di sekolah menengah atas.

Related Articles