Dukung Pengolahan Industri Ramah lingkungan, Polines Ciptakan Alas Pengupas Biji Lerak Otomatis

Semarang. Seiring meningkatnya industri batik nasional akhir-akhir ini, salah satu inovasi yang dilakukan untuk menunjang teknologi ramah lingkungan adalah pembuatan sabun lerak cair. Sabun lerak menjadi alternatif untuk menjaga lingkungan agar tak semakin tercemar oleh limbah detergen. Namun, keberadaan sabun tradisional ini kurang mendapat perhatian karena proses pembuatannya masih konvensional dan belum banyak diminati masyarakat.

Untuk mengatasi hal tersebut, melalui Program Kemitraan Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) menciptakan alat pengupas biji lerak otomatis. Sebagai upaya Hilirisasi hasil penelitian peralatan itu diberikan kepada UMKM Rieza Lerak Semarang, yang merupakan perajin sabun lerak. 

Ketua  Program Kemitraan Masyarakat (PkM) Dr.jumi, M, Kom menyampaikan " Peralatan ini memiliki kelebihan di antaranya adalah ukurannya kecil sehingga tidak memerlukan tempat yang besar untuk diletakkan di ruang produksi, Memiliki kecepatan yang bisa dikontrol dan daya listrik yang rendah yaitu 60 Watt, serta tidak menimbulkan suara bising saat dioperasikan, Alat ini juga bisa diseting kecepatannya sesuai tingkat kekeringan biji lerak" 

Menurutnya, alat yang baru diciptakan itu mampu meningkatkan jumlah produksi hingga lebih dari 50% dengan waktu lebih cepat. Peralatan tersebut juga sangat cocok untuk UMKM yang lokasi produksinya menyatu dengan tempat tinggal. "Selain peralatan yang berupa mesin pengupas biji lerak, juga telah diserahkan seperangkat laptop sebagai peranti untuk melakukan pemasaran online dan desain alternatif peranti promosi juga pembukuan online,"

"Melalui kegiatan PKM ini diharapkan dapat membantu meningkatkan jumlah produksi, area pasar lebih luas dan omzet penjualan bertambah sehingga dapat memperbaiki perekonomian masyarakat," pungkasnya.