Penerapan Teknologi Monitoring Suhu Dan Kelembapan Udara Menggunakan Internet Of Things (Iot) Pada Usaha Budidaya Jamur Tiram Di Desa Wujil

Penerapan Teknologi Monitoring Suhu Dan Kelembapan Udara Kumbung
Menggunakan Internet Of Things (Iot) Pada Usaha Budidaya Jamur Tiram Di Desa Wujil
Krajan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang adalah sistem yang digunakan untuk
mengontrol kondisi suhu dan kelembapan kumbung, khususnya pada budidaya jamur
tiram agar menjaga suhu dan kelembapan kumbung agar tetap berada pada kondisi yang
ideal untuk pertumbuhan jamur tiram meskipun cuaca di luar kumbung sangat panas.
Teknologi ini telah diterapkan dan dipasang pada kumbung milik Bapak Dian
Nugroho yang terletak Desa Wujil Krajan, Bergas, Kabupaten Semarang yang
mempunyai luas lahan± 200 m2

dengan waktu pembibitan ± 40 hari dan waktu panen ± 2

bulan dengan hasil yang cukup memuaskan.
Komponen masukan pada alat ini menggunakan 2 buah sensor DHT22 yang
berfungsi untuk membaca suhu dan kelembapan pada kimbung, pewaktu elektonik untuk
fitur penyiraman dengan pewaktu, sebuah saklar untuk mengontrol nyala pompa air DC,
dan keypad yang digunakan untuk pengaturan sistem. Pembacaan suhu dan kelembapan
ditampilkan pada LCD yang terpasang pada kotak pengendali. Pengontrolan suhu dan
kelembapan menggunakan penyemprot air dengan berupa nozzle sprayer yang
menghasilkan kabut air sehingga dapat menurunkan suhu dan menaikkan udara, lalu alat
ini juga menggunakan exhaust fan yang berfungsi sebagai pelancar sirkulasi udara dan
menurunkan kelembapan udara jika kelembapan terlalu tinggi.
Sistem ini menggunakan kendali melalui aplikasi smart phone sehingga petani
jamur tiram tidak perlu datang ke lahan untuk melakukan penjagaan suhu dan kelembapan

pada ruangan kumbung budidaya jamur tiram, untuk menjaga nilai suhu tidak boleh
melebihi 30°C dan kelembapan tidak dibawah 60% serta tidak lebih dari 90%.