Tim Pengabdian Polines Berikan Pendampingan Pengrusan HKI pada UKM “Asal Batik”.

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang timbul atas hasil olah pikir otak
manusiayang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Batik
Cipratan merupakan hasil olah pikir Choirun Nisa dan digagas pada tahun 2010 karena
tuntutan pekerjaan sebagai guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Semarang. Anak didiknya
yang merupakan Anak Berkebutuhan khusus (ABK) mengalami kesulitan ketika diberikan
ketrampilan membatik dengan menggunakn canting. Asal Batik merupakan merek dagang
yang dimiliki Choirun Nisa sejak 2012 atas produk batik yang diproduksi.
Ciri Khas dari Asal Batik adalah motif cipratan, yang dapat dikombinasikan dengan batik
tulis. Motif batik cipratan dengan merek dagang “Asal Batik” belum memiliki Hak Cipta,
sehingga tujuan dari Pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan terhadap mitra
dalam mengurus dan mendaftarkan motif Batik Cipratan dengan merek dagang “Asal Batik”.

Program pendampingan ini dimulai dari mengurus Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dan
Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan oleh lembaga OSS kemudian mengajukan ke
Dinas Perindustrian Kota Semarang untuk menerbitkan Surat Rekomendasi UMKM, dan
dilengkapi persyaratan lainnya didaftarkan ke klinik.disperindagjtg@gmail.com. Berdasarkan
hasil penelusuran Klinik HKI merek Asal Batik memenuhi persyaratan untuk diproses lebih
lanjut dan saat ini sampai pada tahap pengumuman di Kemenkumham melalui website
https://pdki.indonesiadgip.go.id.