TIM PENGABDIAN JURUSAN AKUNTANSI POLINES DAMPINGI PENERAPAN MANAJEMEN PADA INDUSTRI MIKRO EMPING KETAN DESA JAMBEARUM

Sabtu, 17 Oktober 2020, Tim Pengabdian Masyarakat Kompetitif Tahun 2020 Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang diketuai oleh Siti Arbainah telah melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat di industri mikro Emping Ketan Nanda desa Jambearum Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Emping Ketan merupakan salah satu makanan khas Kendal, sehingga perlu dilestarikan keberadaannya. Sementara itu kondisi industri mikro emping ketan yang berada di kecamatan Patebon termasuk Nanda, sebagian besar masih dijalankan dengan manajemen ala kadarnya seperti kebanyakan industri rumah tangga pada umumnya. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi usaha industri mikro melalui pelatihan dan pendampingan serta pemberian bantuan peralatan yang dibutuhkan.
Sesuai dengan judul kegiatan ini maka pelatihan yang diberikan yaitu penghitungan Harga pokok produksi (HPP) disampaikan oleh mahasiswa dari Prodi Akuntansi Manajerial Nana Setyo Rahmawati NIM: 4.44.16.1.20 yang didampingi oleh salah satu anggota Tim dari dosen yaitu Adilistiono, SE. MM. Akt. Kecuali penghitungan HPP, dijelaskan pula perlunya manajemen persediaan produk jadi agar Nanda tetap dapat melayani pasar di saat permintaan melonjak tajam di bulan Ramadhan ataupun di musim hujan saat proses penjemuran produk tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna. Peserta pelatihan ini kecuali Nanda, hadir pula industri mikro emping ketan anggota KUB Bina Usaha lainnya yaitu NH dan Azh-Zahra yang sudah menjadi industri mikro mitra kegiatan Tim pengabdian sejak tahun 2015. Setelah pelatihan
dilanjutkan acara penyerahan bantuan peralatan. Pada tahun 2020 ini tim pengabdian menyerahkan bantuan berupa Etalase multi fungsi dan Plastik kemasan dengan desain baru kepada Nanda; alat penjemuran produk dari aluminium kepada NH dan Panci Halco untuk Azh-Zahra.
Melalui pelatihan diharapkan industri mikro dapat menerapkan perhitungan harga pokok produksi serta manajemen persediaan; dapat memanfaatkan etalase sebagai penyimpanan dan display produk dengan baik sehingga konsumen tetap dapat dilayani sepanjang waktu. Penjemuran lebih higienes, karena alat jemur aluminium kemungkinan tidak berjamur dibanding bila menggunakan penjemur dari bambu. Panci dapat menggantikan panci yang sudah aus di saat proses pengukusan/pemasakan ketan. Guna memastikan pemanfaatan alat bantuan dengan baik dan transfer ilmu dapat diimplementasikan, Tim Pengabdian mengadakan monitoring kepada industri mikro melalui wa, SMS maupun telpon.