Tim Pengabdian polines berikan pendampingan implementasi sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) kepada ATPH SMKN 1 Bawen

Pertanian merupakan sektor penting dan merupakan sumber penghasilan bagi banyak masyarakat Indonesia. Untuk mendukung sektor ini, Indonesia memiliki beberapa SMK yang mencetak lulusan di bidang pertanian. Salah satu SMK tersebut adalah SMKN 1 Bawen yang terletak di Jl. Kartini no. 119 Bawen, Kab. Semarang. SMKN ini memiliki paket keahlian Agrisbisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) yang sudah dapat memproduksi dan memasarkan hasil tanaman hortikultura ke masyarakat, retail dan supermarket. Tanaman hortikultura ini ditanam sendiri di lahan pertanian ATPH dengan pengelolaan dibantu oleh para siswa.

Sayangnya, masalah muncul saat liburan sekolah dimana tidak ada siswa yang masuk sehingga tanaman tidak ada yang merawat dan menyirami sehingga menyebabkan gagal panen. Dengan adanya permasalahan ini, tim pengabdian program studi Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang digawangi oleh Helmy, S.T., M.Eng., Drs. Arif Nursyahid, M.T., Thomas Agung S., S.T., M.T. dan Ari Sriyanto N., S.T., M.T., M.Sc. melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif memberikan pendampingan implementasi sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) kepada ATPH SMKN 1 Bawen. Tim pengabdian Polines membuatkan alat bersama dengan mahasiswa untuk menyirami tanaman secara otomatis berdasarkan nilai batas ambang kelembapan tanah di lahan pertanian yang terhubung dengan internet. Sistem ini terdiri dari beberapa sensor kelembapan tanah yang disebar di area lahan pertanian yang mengirim data kelembapan tanah secara kontinyu ke server sehingga pengelola dapat melihat data tersebut setiap saat. Setelah alat tersebut selesai dibuat, tim pengabdian memberikan pelatihan kepada pengelola cara penggunaan dan maintenance alat pada bulan Oktober 2020. Pengelola ATPH SMKN 1 Bawen yang diwakili oleh Zubaidah Gesit Cahyati, S.P. merasa terbantu dengan adanya alat tersebut, karena tanaman selalu tercukupi kebutuhan airnya dan pengelola dapat memantau nilai kelembapan dan mengaturnya setiap saat.