Tim Pengabdian polines Terapkan Teknologi Mikrohidro bagi Kelompok masyarakat petani Desa Surokonto Wetan Kabupaten Kendal

Kelompok masyarakat petani “Sumber Rejeki” Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal didirikan pada awal tahun 2003 beranggotakan sekitar 55 orang yang diketuai oleh Sumiyanto memiliki lahan garapan pertanian seluas 25 ha. Dukungan usaha yang produktif sangat diharapkan untuk menambah penghasilan yang bisa dilakukan sepanjang usia untuk mencegah timbulnya masalah sosial diantaranya pengangguran, kemiskinan, kesehatan dan sebagainya. Beberapa masalah yang dihadapi adalahpada saat musim hujan beberapa air terjun bisa mengalir dan sangat menyuburkan tanah pertanian sehingga kualitas dan produktivitas hasil panen padi sangat tinggi. Namun di musim kemarau, potensi dan manfaat yang diberikan oleh air terjun belum bisa dinikmati oleh masyarakat dan para petani secara optimum.; sistem penerangan jalan belum ada di lokasi dekat dengan air terjun; pengetahuan konsep teknologi Mikrohidro masih rendah.

Berdasarkan program Nawa Cita Pemerintah untuk mendorong generasi muda baik di pedesaan maupun di wilayah perkotaan memiliki potensi kreativitas dan merubah pola pikir tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pioneer pencipta kerja. Salah satu program unggulan diantaranya adalah penerapan dan hilirisasi teknologi tepat guna berbasis potensi kearifan sumber daya lokal (Kincir Air/Mikrohidro) untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk Mengatasi permasalahan diatas Tim pengabdian Polines yang diketuai oleh Yusuf Dewantoro H,ST, MT, PhD memberikan beberapa solusi.

Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra adalah melakukan pendampingan dan pelatihan terkait dengan teknologi mikrohidro dengan memanfaatkan sumber daya lokal setempat; melakukan perancangan sistem mikrohidro; manajemen operasional, perawatan dan perbaikan mesin untuk pasca kegiatan secara berkesinambungan.

Dalam kegiatan pengabdian ini tim pengabdian Polines berikan teknologi tepat guna berupa prototipe Pembangkit Listrik tenaga Mikrohidro (PLTMH) kapasitas 3 kW menggunakan penggerak mula kincir air.