Polines Dukung Mlokomanis Wetan Menuju Green Village dan Desa ramah Energi

Wongiri - Perkembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Wonogiri khususnya di Desa Mlokomanis Wetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri semakin berkembang dan berpotensi untuk dikembangkan dan akan sustainable, berdaya saing dengan adanya klaster industri kecil tahu di desa mitra karena berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat serta lingkungan. Pengembangan kawasan pedesaan Mlokomanis Wetan menjadi isu penting dalam 3 tahun terakhir ini dikarenakan merupakan desa mitra Politeknik Negeri Semarang. Sejalan dengan program pemerintah untuk percepatan perekonomian desa Mlokomanis Wetan yang berfokus menangani infrastruktur serta lingkungan maka Politeknik Negeri Semarang memiliki kepedulian dengan berkontribusi memberikan penguatan melalui aplikasi sains dan teknologi, model, kebijakan, serta rekayasa lingkungan berbasis riset tentang kemandirian energi dan kepedulian lingkungan menuju Green Village.

Desa Mlokomanis Wetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri memiliki banyak potensi, termasuk industri kecil pembuatan tahu. Di satu sisi, usaha ini memang terasa sangat menguntungkan secara ekonomi namun di sisi lain limbah produksi tahu bisa membawa pencemaran lingkungan berupa bau menyengat dan kotor kalau tidak dikelola secara baik. Melihat potensi ini, tim pengabdian kepada masyarakat Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang diketuai Dr.Totok Prasetyo,B.Eng, MT (dosen Polines) dengan anggota Dr.Dra. Suparni Setyowati Rahayu, MSi (dosen Polines) dan Prof.Dr Dra.Okid Parama Astirin, MS (dosen UNS) berupaya melakukan hilirisasi riset unggulan berupa teknologi pengolahan air limbah menghasilkan biogas sebagai energi terbarukan sehingga bermanfaat dan berkah bagi penduduk desa setempat.

Melalui Program PPDM yang dibiayai dari Hibah Pengabdian Kemenristek BRIN dengan jangka waktu selama 3 tahun (2018-2020).Program jangka panjang yang dirancang oleh tim pengabdian pada masyarakat di Desa Mlokomanis Wetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri, diterapkan model tindak lanjut yang berkesinambungan. Setelah program ini akan dilanjutkan penataan instalasi peralatan agar masyarakat luas dapat memanfaatkan berbagai pengembangan pupuk organik dan pupuk cair dan bio digester serta pemanfaatan air limbah digester untuk pengairan pertanian .

Dr Totok Prasetyo, selaku ketua programPPDM mengungkapkan, teknologi pengolahan limbah yang menghasilkan  gas metana sebagai energi terbarukan dari hasil konsep recycle yang diterapkan dalam proses pengolahan air limbah industri kecil tahu ini sangat menguntungkan bagi pelaku bisnis. Karena selain limbahnya tertangani dengan baik, juga dapat dihasilkan sumber energi terbarukan. Dikarenakan limbah cair dapat tertangani maka desa menjadi bersih dan bisa melakukan penanaman tanaman “toga” di sekitar rumah penduduk menuju desa green village.