Tim Pengabdian Polines berikan pendampingan sistem manajemen dan penerapan Teknologi Tepat Guna pada UKM jamu Tradisional

Semarang - Gaya hidup masyarakat yang sudah mulai berfikir kembali kealam untuk perawatan dan penyembuhan penyakit, ditambah lagi munculnya virus COVID19 membawa dampak yang sangat besar terhadap kebutuhan jamu tradisional yang bahan baku berasal dari empon2 yang mudah di peroleh di sekitar dengan harga yang murah dan terjangkau.

Melihat permasalahan tersebut Tim Pengabdian kepada masyarakat Polines yang diketuai Dra. Siti Nur Barokah, SE, MM menggandeng mitra Jamu Tradisional Bu Sum di Pedurungan Lor untuk diberikan pendampingan penerapan sistem manajemen serta teknologi tepat guna dalam pengolahan jamu.  Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 19 September 2020 di tempat Mitra.jam 14.00 sd jam 17.00 WIB.  Pelaksanaan pengabdian ini tujuannya untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh Mitra yaitu system penjualan masih bersifat pasif sehingga belum optimal, tempat produksi belum hygenis, belum memiliki Sertifikat P-IRT sebagai jaminan produk yang aman di kunsumsi, belum memperhatikan packaging produknya sehingga tidak menarik dan tidak terjaminnya ketersediaan produk dikarenakan alat produksi belum memadai.  Cara mengatasi permasalahan Mitra dengan menggunakan metode pendampingan: pada saat melakukan pembangunan tempat produksi lantai keramik, atap esbes dindingnya dari GRCBOARD Ukuran  3 x 3 M,  pengurusan permohonon Sertifikat P-IRT, menjalin kerjasama dengan Go Food, Go Pay, pengadaan mesin parut, mesin las plastik  dan desains label.  Sedangkan pelatihannya memberikan pengetahuan ketrampilan dalam pengoperasian dan perawatan mesin parut dan las plastic.  

Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat terhadap Mitra yaitu adanya kenaikan omzet penjualan sebesar 30% setelah melakukan perluasan pasar hasil kerjasama dengan Go Food, Go Pay, memberikan jaminan kualitas produk dengan terbitnya Sertifikat P-IRT, jaminan ketersediaan hasil produksi jamu tradisional setelah menggunakan mesin parut tenaga listrik dan las plastic dan packaging produk lebih menarik setelah di labelisasi sehingga konsumen menjadi yakin tentang produk jamu tradisional Bu Sum. Permasalahan terselesaikan secara tuntas keuntungan meningkat dan kesejahteraan Mitra semakin meningkat pula.