Ciptakan Alat Pengeolah dan Perekam Data Cuaca dan Data Kelistrikan Panel Surya Secara Digital, Dosen Polines Berhasil raih Paten

Semarang - Hasil Penelitian dari dosen Politeknik Negeri Semarang (Polines) kembali meraih Prestasi setelah memperoleh Sertifikat dan Dokumen Paten yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) beberapa waktu lalu. Melalui pengembangan Alat Pengeolah dan Perekam Data Cuaca dan Data Kelistrikan Panel Surya Secara Digital, Mardiyono, S.Kom, MSc bersama 2 orang dosen peneliti serta 1 orang  mahasiswa Teknik Informatika memperoleh hak paten untuk produk hasil penelitiannya tersebut. Mardiyono menuturkan bahwa dibuatnya alattersebut berdasarkan kebutuhan data pemetaan potensi energi pada suatu wilayah yang memerlukan data pola cuaca meliputi kecepatan angin, suhu, kelembaban, intensitas matahari serta arus dan teganagan panel surya.

Aalat ini merupakan perekam data secara digital untuk mengambil data dari sensor-sensor cuaca dan kelistrikan panel surya kemudian diproses untuk bisa disimpan dalam kartu memori (SD Card) dan dikeluarkan ke port Ethernet dan USB agar dapat dibaca oleh komputer. Kelebihan alat ini adalah memungkinkan perekaman data secara terus menerus tanpa memerlukan kehadiran atau penjagaan dari pengguna, dimana data yang disimpan  dapat diambil melalui kartu memori atau disimpan dalam database komputer yang dapat mengakses melalui port ethernet dan USB, pungkas mardiyono.

Kepala P3M Politeknik Negeri Semarang, Dr.Ir.Tedjo Mulyono, MT menyampaikan bahwa perolehan HKI berupa paten, paten sederhana, hak cipta maupun desain industri merupakan salah satu poin yang sangat penting dalam penilaian pemeringkatan kinerja Perguruan Tinggi (PT) sehingga P3M Politekni Negeri Semarang berupaya mendorong motivasi para peneliti untuk mendaftarkan produk inovasi yang dihasilkan melalui penelitian kedalam bentuk dokumen paten dengan cara mengadakan pelatihan dan pendampingan paten yang diadakan tiap tahunnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan perolehan HKI dari hasil penelitian.