TIM PENGABDIAN POLINES BERIKAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN BIAYA DAN PRODUKSI PADA INDUSTRI MIKRO PENGOLAHAN BANDENG PRESTO 27 KELURAHAN MUKTIHARJO KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG

Semarang- Kota Semarang mempunyai beberapa makanan khas sebagai oleh-oleh antara lain bandeng presto. Serasa belum ke Semarang apabila belum membawa bandeng presto, Kondisi ini menyebabkan usaha bandeng presto terus berkembang. Beberapa industri rumah tangga mulai bergeliat memproduksi dan memasarkan oleh-oleh khas Semarang ini untuk memenuhi kalangan yang tidak mampu menjangkau bandeng presto kelas atas seperti yang berada di pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran.

Salah satu usaha skala rumah tangga bandeng presto ini adalah industri mikro “Bandeng Presto 27 Semarang” yang berlokasi di kampung Dempel kelurahan Muktiharjo Kidul Pedurungan kota Semarang, yang menjadi mitra dari program pengabdian kepada masyarakat pratama Politeknik Negeri Semarang Tahun 2020 ini.

"Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan usaha pada industri mikro pengolahan Bandeng Presto 27 Semarang" jelas Siti Arbainah , SE, MM selaku ketua dari Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Semarang. Tim Pengabdian Masyarakat Pratama tahun 2020 dengan 9 orang anggota dosen dan 2 orang mahasiswa, telah melaksanakan program Kegiatan pada hari Minggu, 20 September 2020 dalam bentuk Pelatihan dan Pendampingan Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Penyerahan bantuan alat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Materi pelatihan disampaikan oleh Lardin Korawijayanti anggota tim dosen dengan moderator Fatchur Ridho Tim mahasiswa dari program studi Akuntansi Manajerial Polines. Bantuan peralatan yang diserahkan yaitu Panci presto merk Airlux 20 liter bahan stainless doebel pluit dan Vacum Sealer merk Freshpack pro new QH02 yang diterima langsung oleh pemilik usaha Bandeng Presto 27 Semarang, Budi Handayani.